Senin, 13 Mei 2013

Akhlak Bertetangga sebagai Tolok Ukur Kesempurnaan IMAN

Assalamu'alaikum ukhti , akhi :)
kaifa haluk ?. :)
balik lagi nih Hani nya :) kali ini kita akan membahas tentang "Akhlak Bertetangga sebagai Tolok Ukur Kesempurnaan IMAN". Ada yang tau maksudnya? :)
yuk kita bahas sama-sama :)
*bismillahirrohmanirrohim*

Kesempurnaan iman yang dimiliki wanita shalehah bukan hanya diukur oleh ketaatan kpd Allah dan Rasul nya. Namun, sejauh mana ia mampu menampakkan akhlak mulia kepada tetangga. Akhlak inilah yg mampu mengubah tata cara kehidupan dalam bermasyarakat.Seorang muslimah harus mampu memberikan contoh tauladan bagi orang sekitar, terutama bagi lingkungan keluarga sebagai ruang lingkup masyarakat yang terkecil.
Namun tak sedikit juga yang beranggapan bahwa orang yang beriman sempurna cukup hanya melakukan ritual keagamaan, tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Keliru tuh anggapan kaya gitu -_- . kita kan hidup di dunia ga terlepas dari orang lain terlebih dengan tetangga .Ibadah yg sering dilakukan,akhlak yg mulia kepada orang lain itulah orang yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan :)

"Perbaikilah cara bertetangga dengan tetanggamu niscaya engkau akan menjadi seorang muslim sejati" (HR.Tirmidzi)
"Jibril selalu menasihatiku tentang kehidupan bertetangga sampai aku menyangka bahwa tetangga itu dpt mewarisi" (HR. Syaikhani dan Tirmidzi) 
"Barang siapa yang beriman kpd Allah dn hari akhir, maka berbuat baiklah kepada tetangganya" (HR. Bukhari Muslim dari Abu Syuraih) 

Seorang wanita yang shalehah tentunya mampu menjaga sikap dan perilakunya agar jangan sampai mengganggu apalagi menyakiti tetangga. :)
Jangan kalo lagi sepi,bete terus kita malah nyalain musik dengan volume full. parah itu mah. ngeganggu banget :)
ko ngeganggu? kan kaset punya kita,nyetel jg di rumah sendiri. | jelas ngeganggu lah. apalagi kalo tetangganya lagi sakit / lagi istirahat.
kalo tetangga lagi sakit terus kita seneng-seneng dengerin itu musik yang volumenya full sama aja berbahagia diatas penderitaan org lain. :). Coba kalo kita yang lagi sakit terus tetangga kita seneng-seneng kaya gitu?. ga enak kan?. makanya jangan ngeganggu kalo gamau diganggu :)*okesip*  

Berbuat baiklah kepada tetangga menurut kemampuan.:) kalo ga bisa, ya minimal ga ngeganggu apalagi menyakitinya :). Berbuat baik ke tetangga ga hanya terbatas ke orang yang beragama islam aja. islam juga mensyariatkan berbuat baik kepada yang berlainan agama :). Selama bergaul dengan baik, tidak membedakan dalam permasalahan akidah dan tidak menjadikan perbedaan agama sebagai alasan untuk mengadu domba,  maka hukumnya WAJIB untuk bersosialisasi dengan mereka :)

"Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil" {QS Al-Mumtahanah: 8}

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Perilaku baik yang dilakukan seorang muslim terhadap tetangganya yang muslim merupakan bentuk rahmat islam tersendiri bagi mereka. :). Islam itu universal tidak membeda-bedakan orang yang berlainan agama selama mereka santun dan saling menghormati :).
keharmonisan dalam kehidupan bertetangga dengan non muslim sangat dianjurkan. tapi harus jelas batasannya, dalam hal keyakinan, tidak boleh ada yang dicampurbaurkan meskipun alasan yang dipakai demi terciptanya kerukunan dan keharmonisan :)
Allah swt berfirman dalam QS Al-Kafirun ayat 6
"Untukmulah agamamu, dan untukku agamaku" :).


Nah.intinyaa, kita kan makhluk sosial pasti butuh tetangga kaan,.hilangkan sifat individualisme nya deh:) kita bina kerukunan antar tetangga:) yang sama tetangganya lagi diem-dieman, cepet baikan deh. saling memaafkan :). yang ketemu tetangga ga pernah tegur sapa, mulai saat ini tegur sapa dan berikan senyuman persahabatan kepada mereka:)
insyaAllah dengan kita terbiasa seperti itu, hidup kita akan lebih berwarna \(^o^)/ *keep ukhuwah and istiqomah :)

sekian sharing kali ini tentang kehidupan bertetangga:) yang benar datangnya dari Allah swt. kesalahan datangnya dari diri saya sendiri :) 

ga bermaksud menggurui tp hanya ingin belajar bersama :)
sekian dan terimauang :)
*eh terimakasih maksudnya :D


wallahu'alamu bishawab :)

wassalam~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar