Kamis, 30 Mei 2013

Adab Tilawah :)

Assalamu'alaikum :)
kaifa haluka/i yaa akhi yaa ukhti ? :)
udah lama nguntep dari blog nih, tapi sekarang balik lagi ^_^
Alhamdulillah semalem abis berkelana dari twitterland dapet ilmu baru tentang "Adab Tilawah" :) sumber dari @AyoTilawah :) nih di rangkum yaa kultwit kemarin,, cekidooott ^_^

Bismillahirrohmanirrohim :)

Seperti ibadah yg lain, membaca Al-Qur'an pasti ada adab dan tata caranya, supaya kebaikan yg kita dapat bs maksimal, dan kita bisa menikmati ketika membaca Al-Qur'an.Adab bukanlah rukun atau kewajiban, tapi merupakan hal yg 'lebih utama' jika dilakukan. :) 
  • Dianjurkan membaca Al-Qur'an dalam keadaan bersuci (wudhu)
        "Tidak menyentuhnya (al-Qur'an) kecuali oleh orang-orang yang bersuci." (QS. Al-Waqi'ah: 79)
       “Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia meninggalkan sesuatu yang utama.” (Kitab At-Tibyan, hal. 58-59)  
  • Adab kedua, membaca ta'awudz terlebih dulu. Berlindung dari gangguan setan. A'uudzubillaahi minasy syaithoonirrojiim 
       “Dan bila kamu membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kpd Alloh dari (godaan) setan yg terkutuk.” (QS. An-Nahl: 9) 

  • Membaca bismillah dulu setiap permulaan Surat kecuali surat At-Taubah
  • Membaca Al-Qur'an dalam keadaan menutup aurat. Buat muslimah seringkali kecolongan nih
  • Membaca di tempat yang bersih. Lebih utama lagi di masjid setiap setelah sholat.
  • Menghadap ke arah kiblat. Seperti ketika sholat, supaya langsung menghadap ke Allah ktika mmbaca firmanNya
  • Memegang Al-Qur'an dengan tangan kanan, karena tangan kanan adalah utk melakukan hal2 baik
  • Membaguskan suara ketika membacanya. “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad)
  • Diniatkan untuk ibadah dan mendekatkan diri pd Allah. Bukan utk pamer suara, bisa2 malah dosa
  • Membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yg jelas makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan
  • Pelan-pelan membacanya, tidak buru2. Karena tidak boleh mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari
       “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak  memahami.” (HR. Ahmad)
      "Rosululloh memerintahkan Abdullah Ibnu Umar mengkhatamkan Al-Qur’an setiap 1 minggu (7 hari)." (HR. Bukhori)      
  • Membaca Al-Qur’an dengan berusaha mengetahui artinya dan memahami inti dari ayat yang dibaca      
         Sekarang udah banyak Al-Qur'an terjemahan, itu bs dimanfaatkan utk melihat arti dan tafsir ayat yg dibaca, Menghayati ayat yg dibaca secara khusyu', dan kalau bs menangis. Tp bukan untuk pura-pura menangis.
"Kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) yg telah mereka ketahui." (QS. Al-Maidah: 83)
  • Membaca boleh dg keras, asal tidak mengganggu orang lain di sekitarnya. Lbh baik mengeraskan bacaan di tmpat sepi
        “Ingatlah bahwa setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka jangan kamu mengganggu yg lain." (HR. Abu Daud) 
"Dan kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud)
  • Sujud tilawah jika bertemu dengan ayat Sajdah  
"Kita sedang melalui ayat sujud. barangsiapa sujud, ia dapat pahala. Siapa tidak sujud, tiada dosa baginya." (HR. Bukhari)
  • Jika ada yg membaca Al-Qur'an, dengarkan dg baik. Karena pahalanya sama dg yg membaca  
"Dan jika dibacakan Al-Qur'an maka dengarkan baik2 & perhatikan dg tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-A'raaf: 204) 

Wallahu'alam



Sekian yang dapat disampaikan :) yuk kita perbaiki lagi tilawah kita :)
Maaf lahir batin jika ada kesalahan :) Kebenaran datangnya dari Allah SWT, sedangkan kesalahan datangnya dari diri saya sendiri :)  

~wassalam :) 

Senin, 13 Mei 2013

Akhlak Bertetangga sebagai Tolok Ukur Kesempurnaan IMAN

Assalamu'alaikum ukhti , akhi :)
kaifa haluk ?. :)
balik lagi nih Hani nya :) kali ini kita akan membahas tentang "Akhlak Bertetangga sebagai Tolok Ukur Kesempurnaan IMAN". Ada yang tau maksudnya? :)
yuk kita bahas sama-sama :)
*bismillahirrohmanirrohim*

Kesempurnaan iman yang dimiliki wanita shalehah bukan hanya diukur oleh ketaatan kpd Allah dan Rasul nya. Namun, sejauh mana ia mampu menampakkan akhlak mulia kepada tetangga. Akhlak inilah yg mampu mengubah tata cara kehidupan dalam bermasyarakat.Seorang muslimah harus mampu memberikan contoh tauladan bagi orang sekitar, terutama bagi lingkungan keluarga sebagai ruang lingkup masyarakat yang terkecil.
Namun tak sedikit juga yang beranggapan bahwa orang yang beriman sempurna cukup hanya melakukan ritual keagamaan, tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Keliru tuh anggapan kaya gitu -_- . kita kan hidup di dunia ga terlepas dari orang lain terlebih dengan tetangga .Ibadah yg sering dilakukan,akhlak yg mulia kepada orang lain itulah orang yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan :)

"Perbaikilah cara bertetangga dengan tetanggamu niscaya engkau akan menjadi seorang muslim sejati" (HR.Tirmidzi)
"Jibril selalu menasihatiku tentang kehidupan bertetangga sampai aku menyangka bahwa tetangga itu dpt mewarisi" (HR. Syaikhani dan Tirmidzi) 
"Barang siapa yang beriman kpd Allah dn hari akhir, maka berbuat baiklah kepada tetangganya" (HR. Bukhari Muslim dari Abu Syuraih) 

Seorang wanita yang shalehah tentunya mampu menjaga sikap dan perilakunya agar jangan sampai mengganggu apalagi menyakiti tetangga. :)
Jangan kalo lagi sepi,bete terus kita malah nyalain musik dengan volume full. parah itu mah. ngeganggu banget :)
ko ngeganggu? kan kaset punya kita,nyetel jg di rumah sendiri. | jelas ngeganggu lah. apalagi kalo tetangganya lagi sakit / lagi istirahat.
kalo tetangga lagi sakit terus kita seneng-seneng dengerin itu musik yang volumenya full sama aja berbahagia diatas penderitaan org lain. :). Coba kalo kita yang lagi sakit terus tetangga kita seneng-seneng kaya gitu?. ga enak kan?. makanya jangan ngeganggu kalo gamau diganggu :)*okesip*  

Berbuat baiklah kepada tetangga menurut kemampuan.:) kalo ga bisa, ya minimal ga ngeganggu apalagi menyakitinya :). Berbuat baik ke tetangga ga hanya terbatas ke orang yang beragama islam aja. islam juga mensyariatkan berbuat baik kepada yang berlainan agama :). Selama bergaul dengan baik, tidak membedakan dalam permasalahan akidah dan tidak menjadikan perbedaan agama sebagai alasan untuk mengadu domba,  maka hukumnya WAJIB untuk bersosialisasi dengan mereka :)

"Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil" {QS Al-Mumtahanah: 8}

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Perilaku baik yang dilakukan seorang muslim terhadap tetangganya yang muslim merupakan bentuk rahmat islam tersendiri bagi mereka. :). Islam itu universal tidak membeda-bedakan orang yang berlainan agama selama mereka santun dan saling menghormati :).
keharmonisan dalam kehidupan bertetangga dengan non muslim sangat dianjurkan. tapi harus jelas batasannya, dalam hal keyakinan, tidak boleh ada yang dicampurbaurkan meskipun alasan yang dipakai demi terciptanya kerukunan dan keharmonisan :)
Allah swt berfirman dalam QS Al-Kafirun ayat 6
"Untukmulah agamamu, dan untukku agamaku" :).


Nah.intinyaa, kita kan makhluk sosial pasti butuh tetangga kaan,.hilangkan sifat individualisme nya deh:) kita bina kerukunan antar tetangga:) yang sama tetangganya lagi diem-dieman, cepet baikan deh. saling memaafkan :). yang ketemu tetangga ga pernah tegur sapa, mulai saat ini tegur sapa dan berikan senyuman persahabatan kepada mereka:)
insyaAllah dengan kita terbiasa seperti itu, hidup kita akan lebih berwarna \(^o^)/ *keep ukhuwah and istiqomah :)

sekian sharing kali ini tentang kehidupan bertetangga:) yang benar datangnya dari Allah swt. kesalahan datangnya dari diri saya sendiri :) 

ga bermaksud menggurui tp hanya ingin belajar bersama :)
sekian dan terimauang :)
*eh terimakasih maksudnya :D


wallahu'alamu bishawab :)

wassalam~